Organisasi V.O.C di Asia Part 1
awalnya sih ngga sengaja coba bersihin email ( saya biasa menyimpan artikel2 atau data2 penting saya di email,makanya punya banyak acc email :D ).
okey sumber materi ini dari Langgeng Sulistyobudi yang mengambil sumber dari Arisparis Arsip Nasional R.I. 2004.
berikut adalah isinya dan posting ini akan saya buat menjadi beberapa bagian.
VOC dibentuk pada tahun 1602. Pada dasarnya VOC merupakan penyatuan dari berbagai kamar dagang besar yang ada di Belanda. Proses penyatuan itu sangat didukung oleh pemerintah Belanda, khususnya Staten Generaal. Upaya itu dilaksanakan dalam situasi Belanda berperang dengan Spanyol. Diharapkan VOC bisa menyaingi kepentingan dagang Portugis dan Spanyol.
Organisasi di Negeri Belanda ditetapkan oleh Staten Generaal melalui sebuah dokumen resmi, atau yang lebih dikenal dengan octrooi. Dalam ketentuan itu disusun organisasi VOC di Negeri Belanda, sedangkan bagaimana organisasi di seberang lautan (
Dalam octrooi itu ditetapkan pula untuk melakukan monopoli. VOC adalah satu-satunya badan yang boleh mengirimkan kapal ke daerah sebelah timur Tanjung Harapan. Dalam melaksanakan aktivitasnya, VOC mengalami beberapa perubahan, khususnya yang berkaitan dengan:
1. Adanya monopoli dalam rempah-rempah.
3. Perkembangan kekuasaan wilayah, terutama di Jawa dan
4. Pertumbuhan yang pesat dari perdagangan
Sedangkan, organisasi VOC dibedakan dalam:
1. Organisasi di Negeri Belanda.
2. Hubungan dengan staten general.
3. Organisasi dan pemerintahannya di
Di dalam ketetapan atau octrooi itu VOC diperbolehkan melakukan:
1. Membangun benteng di kawasan
2. Mempekerjakan/membangun kekuatan militer.
3. Membuat perjanjian dengan penguasa di Asia.
4. Melakukan tindakan peradilan.
Pengiriman armada pertama keluar Belanda setelah tahun 1602 jauh lebih kuat daripada armada yang pernah dikirimkan. Pengerahan senjata ke
Setelah beberapa kali pertempuran,
Gubernur jenderal tidak memiliki kekuasaan yang mutlak, namun sebenarnya dia orang “pertama” dalam dewan. Dia tidak bisa memutuskan sesuatu yang penting tanpa sepengetahuan dewan. Generaal Directeur adalah orang kedua dalam struktur ini. Dia memiliki kekuasaan pengawasan tertinggi dalam seluruh perdagangan VOC di Asia. Seorang visitateur generaal adalah salah satu dari anggota dewan yang akan mengawasi keuangan. Seseorang akan memangku jabatan presiden Raad van Justitie, yang lain akan berkonsentrasi di bidang militer, dan pelayaran. Pada kenyataannya sangatlah sulit mengelola sebuah organisasi.
Korespondensi antara gubernur jenderal dengan dewan dan beberapa perwakilan VOC di Asia dibagi rata di antara para penasehat. Generale Missive, yang dilaporkan oleh gubernur jenderal dan dewan kepada Heren XVII mengenai perdagangan yang dilakukan VOC, juga dibuat menurut pembagian dari beschrivinge dari kantor-kantor yang berada di luar
Dalam generale instructie tahun 1650, para direktur membedakan tiga kategori masalah yang berkaitan dengan kantor-kantor VOC di luar
1. Perdagangan yang dimenangkan VOC dengan eigen conqueste, seperti: Kepulauan Banda dan
2. Perdagangan yang dilakukan dengan didukung oleh kontrak resmi dengan para penguasa lokal, seperti: Ternate, dan Amboina (
3. Perdagangan yang dilakukan di bawah dukungan yang ditandatangani oleh para penguasa Asia, yang kemudian akan menjadi partner dagangnya di
.
tahun 1685, adalah: Ambon, Banda, Maluku (Ternate),
2. Directeur, meliputi: Bengal, Souratte, dan
3. Commandeur, meliputi: Malabar, dan pantai barat Sumatra (
4. Resident, berkuasa di daerah: Cheribon,
5. Opperhoofd, memimpin daerah: Jepang dan